PENGUSAHA PEJUANG BADAI, CERMIN KEPALA
KELUARGA SETIA
Selangkah
Lebih Dekat Mengenal Bapak Suyamtono
Di dunia ini, banyak orang yang kesana – sini sibuk
mencari pekerjaan. Bagi orang yang tidak mempunyai kreativitas dan inovasi,
pegangan, serta pandangan ke depan, tentu akan pusing oleh kehidupan di dunia
ini. Namun, berbeda halnya dengan pak Suyamtono, yang berani mengambil risiko
untuk membuka usaha sendiri. Seorang laki – laki yang sering disapa Pak Tono
(panggilan akrabnya), dengan tekad dan dukungan dari keluarga berhasil menjadi
seorang pengusaha vilet ikan.
Pengusaha asal Batang ini, lahir pada tanggal 17 Agustus
1980 dan beragama islam. Di tahun 2016 ini, beliau hampir memasuki usia 36
tahun. Di usia tiga puluh enam tahun, beliau sudah mampu mendirikan usaha
sendiri. Beliau menghidupi keluarganya dari hasil usaha yang digelutinya
tersebut.
Menengok
ke latar belakang pendidikan Pak Tono, beliau adalah lulusan SMA di daerahnya.
Meskipun ilmu dan pengetahuan beliau tidak sebanding dengan mereka yang
merasakan duduk di bangku kuliah, namun usaha yang digeluti Pak Tono tidak
kalah dengan usaha – usaha lainnya. Ilmu dan pengetahuan tidak membatasi
seseorang untuk berkarya dan bertindak. Sebab kedua hal tersebut dapat
diperoleh dari luar bangku pendidikan formal, seperti melalui pengalaman,
wawancara, sharing dari orang lain, pengamatan/observasi, dan lain – lain.
Begitulah
yang terjadi pada diri Pak Tono. Jadi, pendidikan tidak sepenuhnya berpengaruh
terhadap kesuksesan seseorang, namun dengan pendidikan kesuksesan akan dapat
diraih, sebab pendidikan salah satu factor pendukung kesuksesan.
Kepala
Keluarga Setia
![]() |
![]() |
Dalam
sebuah keluarga tentu saja ada seorang ayah, ibu, dan anak, dimana dalam
keluarga posisi seorang ayah adalah sebagai kepala keluarga. Peran dan tugas
seorang kepala keluarga yaitu : kepala keluarga bertanggung jawab atas
keselamatan dan kesejahteraan anggota keluarganya. Itulah yang tercermin dalam
diri pribadi Pak Suyamtono. Melalui usaha yang didirikannya, dari hasil usahanya
tersebut beliau menafkahi keluarganya dengan baik, sehingga terciptalah
keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga Pak Tono.
Peran penting pak Tono dalam keluarganya, membuat Pak
Tono berpikir ulang untuk tidak bekerja dengan orang lain (buruh). Dukungan
keluarga dan semangat yang akhirnya mendorong pengusaha asal Batang ini mencari
peluang usaha. Hasilnya sekarang, pak Tono dapat membuka usaha sendiri bahkan
dapat menciptakan kesempatan kerja bagi orang lain.
Kesetiaan Pak tono sebagai kepala keluarga terbukti
melalui tindakan nyata beliau dalam menafkahi keluarga. Artinya beliau tidak
lupa atas tanggung jawab beliau dalam keluarga yang dibinanya.
Pengusaha
Pejuang Badai
Pengusaha
adalah seseorang yang menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu. Dalam
menjalankan suatu usaha seseorang haruslah berkomitmen tinggi dan berani dengan
setiap kemungkinan baik maupun buruk yang akan terjadi.
Setiap usaha yang didirikan, pasti ada risiko tersendiri
yang kadang menjadi hambatan bagi pengusaha tersebut. Tidak ada suatu usaha
yang dapat berjalan mulus dan lancar tanpa adanya hambatan atau kendala yang di
hadapi.
Misalnya, suatu pengusaha yang bergerak di bidang bahan
baku makanan, seperti usaha vilet ikan. Jelas usaha ini membutuhkan ikan sebagai
bahan baku agar usaha tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bahan baku
yang berupa ikan, diperoleh dari laut. Tantangan saat melaut yaitu cuaca. Tidak
selamanya cuaca itu baik untuk melaut. Ada kalanya cuaca buruk, disertai
gelombang besar, hujan deras, petir, bahkan badai. Hal inilah yang menjadi
kendala atau hambatan bagi pengusaha dimana usaha tersebut menggunakan ikan
sebagai bahan baku yang paling utama.
Hal tersebut juga mengganggu aktivitas para nelayan yang tidak bisa melaut
akibat cuaca buruk. Jika, ikan sebagai bahan utamanya tidak ada, maka usaha
tersebut tidak dapat berjalan dan berhenti sementara waktu sampai cuaca
membaik. Dampaknya juga berimbas kepada karyawan yang dapat bekerja seperti
biasanya.
Kendala atau hambatan lainnya yaitu masalah distribusi
atau pemasaran. Usaha vilet ikan ini merupakan suatu usaha dengan bahan baku
ikan yang kemudian diproses melalui beberapa tahap, yaitu :
1. Pencucian/penyiraman
dengan air
2. Pengupasan
kulit
3. Pemisahan
duri/tulang dengan dagingnya
4. Pembungkusan
5. Penyimpanan dalam
coolbox/fiber.

Karena
sifat daging ikan yang tidak dapat bertahan lama, maka distribusi/pemasaran
vilet ikan haruslah tepat sesuai perkiraan sebelumnya. Namun, seringkali
keadaan di jalan tidak dapat diprediksi. Kemacetan yang terjadi akan menghambat
proses pendistribusian/pemasaran vilet ikan ke tempat atau daerah tujuan
distribusi. inilah yang menyebabkan seorang pengusaha akan mengalami kerugian.
Sikap
Teladan Bapak Suyamtono (Pengusaha Vilet Ikan)
Seorang pengusaha yang berhasil merintis usahanya dengan
baik, dapat ditelusuri bahwa orang tersebut banyak mengalami lika – liku, jatuh
bangun, dalam membangun suatu usaha. Pegusaha sukses adalah pengusaha yang
memulai semuanya dari nol dan menikmati hasilnya kemudian hari. Sedangkan
kriteria pengusaha sukses menurut Pak Tono, yaitu: mampu mengembangkan/memperluas
usahanya dalam waktu 1 tahun, dapat menambah tenaga kerja, menjamin
kesejahteraan karyawan, dan lebih memperluas daerah pemasaran.
Untuk menjadi seorang pengusaha, selain ilmu,
pengetahuan, dan pengalaman, mereka juga harus mempunyai sikap – sikap seorang
entrepreneur, diantaranya: ulet, tekun, rajin, berani, kreatif, inovatif,
pekerja keras, percaya diri, bertanggung jawab, dan lainnya. Sikap – sikap
itulah yang patut kita contoh sebagai bentuk teladan bagi kita dalam
berwirausaha, seperti halnya Pengusaha Vilet Ikan milik Pak Tono. Beliau adalah
seorang pengusaha dengan sifat berani (berani mengambil risiko saat cuaca buruk
usahanya terhenti, masalah pemasaran) dan pekerja keras, sehingga beliau mampu
membangun suatu usaha yang kini dapat mencukupi seluruh kehidupannya bersama
keluarga.
Tidak hanya itu, sikap peduli terhadap lingkungan sekitar
juga beliau miliki. Dari duri/tulang sisa vilet ikan tidak dibuang menjadi
limbah, namun diolah kembali menjadi tepung ikan. Jadi, dalam usaha vilet ikan
ini tidak dihasilkan limbah dari ikan, sebab semuanya diolah menjadi produk
yang berguna.










