JAWAB :
Kewirausahaan
berasal dari kata wirausaha (ke- + -an), yang lebih kecilnya lagi bermula dari
kata usaha yang artinya:
1.
Kegiatan dengan mengerahkan tenaga,
pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud.
2.
Kegiatan di bidang perdagangan
(dengan maksud mencari untung).
Kedua
pengertian tersebut diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sedangkan
pengertian dari wirausaha adalah seseorang yang berani mencoba suatu usaha
sehingga diperoleh hasil akhir berupa sesuatu dengan nilai tinggi.
Kewirausahaan
artinya proses menciptakan agar didapatkan suatu hasil/keuntungan. Menciptakan
maksudnya yaitu menghasilkan barang/jasa/usaha lainnya yang kreatif, inovatif
dan tidak menjiplak hak cipta orang lain dengan memaksimalkan sumber daya yang
ada. Barang/jasa yang akan dijadikan sebagai peluang usaha harus mempunyai
manfaat baik bagi yang menciptakan maupun orang lain. Tujuan dari
seseorang membuka suatu usaha adalah
untuk mendapatkan suatu hasil/keuntungan.
Jadi,
dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses memulai usaha dengan
menciptakan sesuatu yang inovatif, berbeda, dan berguna diikuti penggunaan
sumber daya secara maksimal dan bertujuan mendapatkan hasil/keuntungan.
JAWAB:
Sebab
pendidik adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan
memberi latihan seperti mengajar, memberi contoh/sebagai tuntunan, serta
mengasah kecerdasan dan memberi pendidikan moral kepada setiap peserta
didiknya. Kewirausahaan merupakan suatu pendidikan dan ilmu yang bersifat
mandiri, intinya dengan kewirausahaan kita dilatih untuk:
1.
Mandiri dalam membuka kesempatan
kerja bagi orang lain.
2.
Mandiri dalam membina suatu bidang
usaha, artinya tidak tergantung dengan orang lain, kita bisa menentukan sendiri
alur dari usaha tersebut.
3.
Bekerja keras memperjuangkan
sesuatu agar mendapat hasil maksimal.
4.
Menjadi pemimpin bukan orang yang
dipimpin.
5.
Mempunyai sifat inovatif dan
kreatif.
6.
Berani mengambil resiko.
Seorang
pendidik yang mengetahui teori kewirausahaan, bisa mengajarkan kemandirian
terhadap siswanya untuk menjadi orang – orang yang berjiwa pengusaha, manusia
utuh yang berkarakter dan terampil dalam berwirausaha. Jadi, peserta didik
mendapat wawasan lain yang bisa menjadi alternative agar tidak tergantung pada
suatu hal saja.
JAWAB:
Kesuksesan
suatu usaha tidak lepas dari orang – orang yang berperan dalam mendirikan suatu
usaha tersebut. Mereka adalah orang – orang yang bekerja keras mengawali usaha
dengan serius dan komitmen yang tinggi. Secara umum, orang – orang yang
berperan dalam kewirausahaan adalah seseorang yang mendirikan usaha/pemilik
modal, konsumen, distributor, dan orang-orang yang membantu usaha tersebut.
Misalnya, untuk membuka suatu usaha rumah makan diperlukan adanya pemilik
usaha/modal, konsumen, koki, OB, marketing, pelayan dan lain sebagainya. Dalam
bidang pendidikan misalnya membuka suatu usaha bimbingan belajar. Siapa saja
yang berperan dalam usaha tersebut? Yaitu, tentunya ada pendidik dan peserta
didik. Dalam bidang otomotif, sebagai contoh usaha perbaikan kendaraan atau
bengkel.
JAWAB:
Tempat yang strategis adalah tempat
yang cocok untuk mendirikan suatu usaha. Akan tetapi, harus pula dilihat dari
jenis usaha yang telah direncanakan dan peluangnya jika kita memilih tempat
tersebut sebagai sasaran. Contoh: bidang pendidikan, usaha yang mungkin adalah
bimbingan belajar atau les. Tempat yang tepat jika kita mendirikan usaha
tersebut adalah tempat disekitar sekolah – sekolah, seperti SD, SMP, atau SMA
di kota – kota terdekat tentunya dengan penghasilan masyarakat yang tinggi. Di
bidang kuliner, misalnya mendirikan sebuah rumah makan. Tempat yang dipilih
haruslah tempat yang dekat dengan jalan raya dan berada di tengah kota. Dekat
dengan jalan raya dimaksudkan agar tempat tersebut mudah dijangkau oleh para
pengguna jalan yang bepergian jauh, mudah ditemui, sebab strategis dan tempat
berlalu-lalang banyak orang. “Tengah kota”,
dimaksudkan bahwa kebanyakan masyarakat kota mempunyai tingkat
konsumerisme tinggi, suka sesuatu yang praktis dan instan (delivery), mempunyai
ekonomi yang mumpuni sehingga kemungkinan pembeli tinggi. Berbeda halnya jika
mendirikan rumah makan di suatu pedesaan, kecenderungan masyarakat desa yang
lebih suka masakan sendiri/rumahan, ekonominya pun menengah kebawah.
Jadi, pemilihan tempat yang strategis
harus disesuaikan dengan rencana usaha yang akan dilaksanakan.
JAWAB:
Waktu yang tepat dilaksanakannya
suatu usaha juga harus dilihat dari segi usaha yang akan dilaksanakan.
Pemilihan waktu yang kurang tepat dapat menyebabkan ketidaklancaran suatu
usaha. Waktu yang tepat dalam melakukan usaha di bidang pendidikan, misalnya
bimbingan belajar atau les, yaitu dihari-hari sekolah. Sebab jika mengambil
hari libur, banyak anak yang memanfaatkan waktu libur sekolah bersama
keluarganya.
Di bidang kuliner, misalnya pendirian
rumah makan. Waktu yang tepat untuk usaha tersebut yaitu pada sore sampai malam
hari. Di jam – jam itu orang sudah tidak sibuk lagi dengan pekerjaannya, dan
biasanya waktu – waktu tersebut sering digunakan untuk waktu santai bersama
keluarga maupun teman.
JAWAB:
Cara atau strategi adalah rencana
yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Kamus Besar Bahasa
Indonesia). Dalam pelaksanaan kewirausahaan strategi yang diterapkan
diantaranya:
1. Memanfaatkan
peluang, artinya kita memulai usaha dari awal, mulai dari mendominasi pasar
kecil yang kemudian akan berlanjut ke pasar yang lebih besar lagi. Sebab, pasar
kecil biasanya tidak mendapat perhatian dari perusahaan besar yang sudah
berkembang.
2. Menciptakan
produk baru, produk yang dihasilkan yang akan dijual ke pasaran boleh saja sama
dengan konsep produk lainnya namun kita mengolah kembali produk tersebut
sehingga produk tersebut menjadi produk inovatif. Pasar pun akan tertarik
dengan produk baru, sebab kecenderungan konsumen adalah mudah tertarik dengan
produk inovatif dan unik.
3. Mempertahankan
sasaran, misalnya produk yang t diproduksi telah menguasai 25% pasar di daerah
A, 20% pasar di daerah B dan seterusnya. Pemasaran selanjutnya haruslah dapat
menambah pasar atau setidaknya mempertahankan pasar agar omzet tidak turun
drastic.
4.
Membuat pola dan posisi
Contoh penerapannya yaitu, usaha
bimbingan belajar atau les. Dalam usaha tersebut, strategi pertama yang
diperlukan yaitu pengaturan waktu/ jadwal, lalu membuat promosi di sekolah –
sekolah. Setelah berhasil merekrut beberapa peserta bimbingan, pastikan selalu
ada penerus – penerus dari sekolah yang sama. Seringkali sekolah menelusuri
jejak prestasi anak – anak yang mengikuti bimbingan. Oleh karena itu, rekam
jejak harus dijaga untuk membimbing anak – anak agar berprestasi. Peningkatan
kualitas pendidik juga menjadi pertimbangan. Orang tua akan lebih percaya
dengan pendidik dari lulusan Universitas unggul yang dipercaya.
Inovatif disini dimunculkan dengan
tambahan kegiatan diluar bimbingan, tapi masih merupakan konsep dari usaha
bimbingan belajar ini. Inovatif juga diterapkan dalam pembelajaran yang menjadi
inti dari bimbingan belajar tersebut, seperti rumus singkat atau metode cepat.
JAWAB:
Strategi diperlukan untuk menjaga agar
usaha yang digeluti tetap dalam keseimbangan, artinya kurva omzet meningkat
(tidak mengalami fluktuasi) atau minimal tetap. Dengan begitu usaha yang
digeluti tidak mengalami kerugian.
Strategi juga diperlukan agar kita bisa
memainkan peran di pasaran, dapat mencapai target/tujuan serta visi misi suatu
usaha, dapat menentukan langkah selanjutnya dalm berwirausaha, dan meningkatkan
kinerja suatu usaha.
NAMA : PIPIT DIAH NOVIANA
NIM : 1401415155
ROMBEL : 140240008
MAKUL : KEWIRAUSAHAAN