Senin, 31 Oktober 2016

Kegiatan Pembelajaran dengan Mengintegrasikan TIK


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) DENGAN MENGINTEGRASIKAN TIK

Mata Pelajaran                : Matematika, PPKn, Bahasa Indonesia
Kelas/Semester               : IV/I
  Tema/Subtema/PB         : Berbagai Pekerjaan (Tema 4)/Pekerjaan Orang   Tuaku (Subtema  3)/4
A.    TUJUAN
1.   Setelah bereksplorasi, siswa mampu menemukan rumus keliling segi tiga menggunakan benda konkret dengan benar.
2.      Setelah bereksplorasi, siswa mampu menyelesaikan masalah tentang keliling segi tiga dengan benar.
3.      Setelah membaca cerita, siswa mampu menghubungkan sikap tokoh dengan pengamalan sila ketiga Pancasila dengan benar.
4.    Setelah membaca cerita, siswa mampu menceritakan kegiatan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sesuai sila ketiga pancasila dengan benar.
5.   Setelah membaca cerita, siswa mampu mengidentifikasi unsur instrinsik dari cerita yang dibaca dengan terperinci.
6.      Setelah membaca cerita, siswa mampu menuliskan unsur instrinsik cerita yang dibaca dalam bentuk peta pikiran dengan terperinci.

B.     KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan
Langkah Pembelajaran
Pendahuluan
Ø  Guru masuk ke dalam kelas, membuka kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Ø  Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa.
Ø  Guru menyapa siswa.
Ø  Guru mengecek kehadiran siswa dengan cara berhitung.
Ø  Guru menyampaikan subtema yang akan dipelajari dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai siswa.
Ø  Guru melakukan apersepsi (siswa berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka) diiringi cover pianonya kemudian mengucapkan Pancasila.
Inti
Kegiatan I
(Target penemuan: sikap tokoh yang mencerminkan Sila ketiga Pancasila)
Ø  Guru memberikan sebuah pertanyaan kepada siswa “apakah kalian tahu kepala desa kalian? Apakah tugas dari kepala desa?” (Menanya)
Ø  Siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan dari guru secara bergantian. Guru menyampaikan ada hal-hal baik yang bisa kita contoh dari seorang kepala desa, namanya Pak Tulus. (Menanya)
Ø  Siswa diminta membaca teks yaitu “Pentingnya Budaya Tegur Sapa” (buku siswa hal.119). Siswa membaca teks tersebut dengan membaca berantai. (Mengamati)
Ø  Guru menunjuk siswa untuk membaca dan siswa lain menyimak. (Mengamati)
Ø  Siswa dikelompokkan dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas 5 siswa.
Ø  Setiap kelompok berdiskusi lalu menuliskan hasil diskusinya menggunakan Ms.Word tentang sikap – sikap yang dapat diteladani dari tokoh yang ditemukan dalam bacaan yang sesuai dengan Sila ketiga Pancasila. (Mencoba, Mengomunikasikan)
Ø  Siswa mengirimkan hasil diskusinya melalui mailing list.
Ø  Siswa mencari dan menemukan suatu kegiatan dalam kehidupan sehari – hari berdasarkan point sikap yang dibacakan guru yang mencerminkan Sila ketiga Pancasila.(Menalar)
Ø  Siswa menuliskan hasil pencarian dan penemuannya di Ms. Power Point.
Ø  Siswa diminta maju menyampaikan hasil di Power Pointnya dan mendemonstrasikan sikap – sikap tersebut. (Mencoba)
Ø  Guru menyampaikan bahwa kita harus mencontoh sikap dari Warga Kampung Sereh Wangi. Mereka memiliki rasa persatuan dan kesatuan. Hal ini sesuai dengan sila ketiga Pancasila.
Ø  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya. (Menanya)

Kegiatan II
(Target penemuan: Unsur Intrinsik)
Ø  Guru mengarahkan siswa untuk mencari sebuah cerita atau dongeng dari internet menggunakan Mozilla Firefox.
Ø  Setiap kelompok mencari satu cerita atau dongeng kemudian mendiskusikan unsur intrinsik.(Mengamati)
Ø  Siswa berdiskusi dan menuliskan hasil diskusinya pada Ms.Word dalam bentuk peta pikiran menggunakan SmartArt (Mencoba/Mengumpulkan Informasi, Mengomunikasikan)
Ø  Siswa mempresentasikan hasil diskusinya dengan runtut, percaya diri, di depan kelas. (Mengomunikasikan)
Ø  Siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang apa yang belum mereka pahami.(Menanya)

Kegiatan III
(Target penemuan: Rumus keliling segi tiga)
Ø  Guru mengaitkan pengalaman siswa dengan benda – benda yang berbentuk bangun datar.(Menalar)
Ø  Siswa menyebutkan benda – benda yang berbentuk persegi, persegi panjang, dan segi tiga yang ditemukan dari video yang telah diputarkan.(Mengamati, Mengomunikasikan)
Ø  Guru menunjukkan sebuah kain berbentuk segitiga, penggaris, dan sebuah pita panjang dan memberikan suatu permasalahan. (Mengamati)
Ø  Siswa mendiskusikan sebuah permasalahan terkait keliling segi tiga dengan teman sebangkunya. (buku siswa hal.123). (Mencoba)
Ø  Siswa menulis jawaban di Notepad masing – masing pada komputer. (Mengomunikasikan)
Ø  Siswa mengumpulkan jawabannya melalui email. (Mengomunikasikan)
Ø  Guru menguatkan konsep tentang keliling segi tiga.
Ø  Siswa diberi waktu untuk bertanya tentang materi tersebut atau hal – hal yang belum dipahami.(Menanya)
Penutup
Ø  Siswa bersama guru membuat rangkuman/simpulan dari kegiatan pembelajaran.(Mengomunikasikan)
Ø  Guru memberi tugas kepada siswa.
Ø  Guru memberikan evaluasi kepada siswa dan menanamkan beberapa sikap/karakter.
Ø  Guru memberi nasehat kepada siswa agar setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah. Lalu, guru menyampaikan/titip salam untuk orang tua siswa di rumah.
Ø  Kegiatan pembelajaran di akhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang siswa.
Ø  Guru memberi salam.


Kamis, 22 September 2016

MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA SD KELAS 1



   IPA KELAS 1 : TUBUHKU

BAGIAN - BAGIAN TUBUH 
Tubuh terdiri atas beberapa bagian yaitu : rambut, leher, dada, perut, tangan, dan kaki.
1. Aku Kenal Wajahku

    - ada dua mata
    - ada dua alis
    - ada dua telingga
    - ada satu hidung
    - ada satu mulut


2. Aku Kenal Mulutku                           
- ada bibir diatas                               
- ada bibir dibawah
- ada satu lidahku 
- ada banyak gigiku
   


 3. Aku Kenal Tanganku                                



- ada sepuluh jari tangan                         
- lima jari tangan di kiri
- lima jari tangan di kanan



 4. Aku Kenal Kakiku                       
    
    - ada sepuluh jari kaki
    - lima jari di kaki kiri
    - lima jari di kaki kanan




KEGUNAAN BAGIAN - BAGIAN TUBUHKU

    
CARA MERAWAT TUBUHKU
1. Cara Merawat Badan                  
    

     - mandi secara teratur
     - mandi dua kali sehari
     - mandi memakai sabun mandi dan air bersih
     - keringkan badan dengan handuk setelah mandi





2. Cara Merawat Rambut  
   
 
    - keramas rambut dengan sampo
    - sisirlah rambut dengan rapi
    - potong rambut dengan teratur



3. Cara Merawat Gigi
    

     - menggosok gigi dengan pasta gigi
     - menggosok gigi setelah makan
     - menggosok gigi sebelum tidur
     - tidak makan permen terlalu banyak



4. Cara Merawat Mata
  
     - membaca di tempat yang terang
    - menonton televisi tidak terlalu dekat
    - banyak memakan wortel
    - membersihkan kotoran mata dengan air






5. Cara Merawat Hidung
    
   

    - menutup hidung  jika mencium bau busuk
    - membersihkan hidung ketika mandi






6. Cara Merawat Telinga
   
 
    - tidak mendengarkan suara terlalau keras
    - membersihkan telingga dengan kapas secara teratur
    - melindungi lubang telingga dari kemasukan air ketika mandi


 7. Cara Merawat Kuku
 

    - memotong kuku dengan teratur
    - membersihkan kotoran di ujung kuku






Kamis, 28 April 2016

Artikel Observasi Pengusaha



PENGUSAHA PEJUANG BADAI, CERMIN KEPALA KELUARGA SETIA



 





Selangkah Lebih Dekat Mengenal Bapak Suyamtono

            Di dunia ini, banyak orang yang kesana – sini sibuk mencari pekerjaan. Bagi orang yang tidak mempunyai kreativitas dan inovasi, pegangan, serta pandangan ke depan, tentu akan pusing oleh kehidupan di dunia ini. Namun, berbeda halnya dengan pak Suyamtono, yang berani mengambil risiko untuk membuka usaha sendiri. Seorang laki – laki yang sering disapa Pak Tono (panggilan akrabnya), dengan tekad dan dukungan dari keluarga berhasil menjadi seorang pengusaha vilet ikan.
            Pengusaha asal Batang ini, lahir pada tanggal 17 Agustus 1980 dan beragama islam. Di tahun 2016 ini, beliau hampir memasuki usia 36 tahun. Di usia tiga puluh enam tahun, beliau sudah mampu mendirikan usaha sendiri. Beliau menghidupi keluarganya dari hasil usaha yang digelutinya tersebut.
Menengok ke latar belakang pendidikan Pak Tono, beliau adalah lulusan SMA di daerahnya. Meskipun ilmu dan pengetahuan beliau tidak sebanding dengan mereka yang merasakan duduk di bangku kuliah, namun usaha yang digeluti Pak Tono tidak kalah dengan usaha – usaha lainnya. Ilmu dan pengetahuan tidak membatasi seseorang untuk berkarya dan bertindak. Sebab kedua hal tersebut dapat diperoleh dari luar bangku pendidikan formal, seperti melalui pengalaman, wawancara, sharing dari orang lain, pengamatan/observasi, dan lain – lain.
Begitulah yang terjadi pada diri Pak Tono. Jadi, pendidikan tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, namun dengan pendidikan kesuksesan akan dapat diraih, sebab pendidikan salah satu factor pendukung kesuksesan.

Kepala Keluarga Setia







       
Dalam sebuah keluarga tentu saja ada seorang ayah, ibu, dan anak, dimana dalam keluarga posisi seorang ayah adalah sebagai kepala keluarga. Peran dan tugas seorang kepala keluarga yaitu : kepala keluarga bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahteraan anggota keluarganya. Itulah yang tercermin dalam diri pribadi Pak Suyamtono. Melalui usaha yang didirikannya, dari hasil usahanya tersebut beliau menafkahi keluarganya dengan baik, sehingga terciptalah keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga Pak Tono.
            Peran penting pak Tono dalam keluarganya, membuat Pak Tono berpikir ulang untuk tidak bekerja dengan orang lain (buruh). Dukungan keluarga dan semangat yang akhirnya mendorong pengusaha asal Batang ini mencari peluang usaha. Hasilnya sekarang, pak Tono dapat membuka usaha sendiri bahkan dapat menciptakan kesempatan kerja bagi orang lain.
            Kesetiaan Pak tono sebagai kepala keluarga terbukti melalui tindakan nyata beliau dalam menafkahi keluarga. Artinya beliau tidak lupa atas tanggung jawab beliau dalam keluarga yang dibinanya.

Pengusaha Pejuang Badai

 








Pengusaha adalah seseorang yang menjalankan suatu usaha atau bisnis tertentu. Dalam menjalankan suatu usaha seseorang haruslah berkomitmen tinggi dan berani dengan setiap kemungkinan baik maupun buruk yang akan terjadi.
            Setiap usaha yang didirikan, pasti ada risiko tersendiri yang kadang menjadi hambatan bagi pengusaha tersebut. Tidak ada suatu usaha yang dapat berjalan mulus dan lancar tanpa adanya hambatan atau kendala yang di hadapi.
            Misalnya, suatu pengusaha yang bergerak di bidang bahan baku makanan, seperti usaha vilet ikan. Jelas usaha ini membutuhkan ikan sebagai bahan baku agar usaha tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Bahan baku yang berupa ikan, diperoleh dari laut. Tantangan saat melaut yaitu cuaca. Tidak selamanya cuaca itu baik untuk melaut. Ada kalanya cuaca buruk, disertai gelombang besar, hujan deras, petir, bahkan badai. Hal inilah yang menjadi kendala atau hambatan bagi pengusaha dimana usaha tersebut menggunakan ikan sebagai bahan baku  yang paling utama. Hal tersebut juga mengganggu aktivitas para nelayan yang tidak bisa melaut akibat cuaca buruk. Jika, ikan sebagai bahan utamanya tidak ada, maka usaha tersebut tidak dapat berjalan dan berhenti sementara waktu sampai cuaca membaik. Dampaknya juga berimbas kepada karyawan yang dapat bekerja seperti biasanya.
            Kendala atau hambatan lainnya yaitu masalah distribusi atau pemasaran. Usaha vilet ikan ini merupakan suatu usaha dengan bahan baku ikan yang kemudian diproses melalui beberapa tahap, yaitu :
1.      Pencucian/penyiraman dengan air
2.      Pengupasan kulit
3.      Pemisahan duri/tulang dengan dagingnya
4.      Pembungkusan
5.      Penyimpanan dalam coolbox/fiber.

 

Karena sifat daging ikan yang tidak dapat bertahan lama, maka distribusi/pemasaran vilet ikan haruslah tepat sesuai perkiraan sebelumnya. Namun, seringkali keadaan di jalan tidak dapat diprediksi. Kemacetan yang terjadi akan menghambat proses pendistribusian/pemasaran vilet ikan ke tempat atau daerah tujuan distribusi. inilah yang menyebabkan seorang pengusaha akan mengalami kerugian.

Sikap Teladan Bapak Suyamtono (Pengusaha Vilet Ikan)

          

              Seorang pengusaha yang berhasil merintis usahanya dengan baik, dapat ditelusuri bahwa orang tersebut banyak mengalami lika – liku, jatuh bangun, dalam membangun suatu usaha. Pegusaha sukses adalah pengusaha yang memulai semuanya dari nol dan menikmati hasilnya kemudian hari. Sedangkan kriteria pengusaha sukses menurut Pak Tono, yaitu: mampu mengembangkan/memperluas usahanya dalam waktu 1 tahun, dapat menambah tenaga kerja, menjamin kesejahteraan karyawan, dan lebih memperluas daerah pemasaran.
            Untuk menjadi seorang pengusaha, selain ilmu, pengetahuan, dan pengalaman, mereka juga harus mempunyai sikap – sikap seorang entrepreneur, diantaranya: ulet, tekun, rajin, berani, kreatif, inovatif, pekerja keras, percaya diri, bertanggung jawab, dan lainnya. Sikap – sikap itulah yang patut kita contoh sebagai bentuk teladan bagi kita dalam berwirausaha, seperti halnya Pengusaha Vilet Ikan milik Pak Tono. Beliau adalah seorang pengusaha dengan sifat berani (berani mengambil risiko saat cuaca buruk usahanya terhenti, masalah pemasaran) dan pekerja keras, sehingga beliau mampu membangun suatu usaha yang kini dapat mencukupi seluruh kehidupannya bersama keluarga.
            Tidak hanya itu, sikap peduli terhadap lingkungan sekitar juga beliau miliki. Dari duri/tulang sisa vilet ikan tidak dibuang menjadi limbah, namun diolah kembali menjadi tepung ikan. Jadi, dalam usaha vilet ikan ini tidak dihasilkan limbah dari ikan, sebab semuanya diolah menjadi produk yang berguna.