Sabtu, 19 Maret 2016

ANALISIS 5W + 1H dan FW (FOR WHAT) dalam Kewirausahaan




*   (What) Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?
JAWAB :
Kewirausahaan berasal dari kata wirausaha (ke- + -an), yang lebih kecilnya lagi bermula dari kata usaha yang artinya:
1.       Kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud.
2.       Kegiatan di bidang perdagangan (dengan maksud mencari untung).
Kedua pengertian tersebut diperoleh dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sedangkan pengertian dari wirausaha adalah seseorang yang berani mencoba suatu usaha sehingga diperoleh hasil akhir berupa sesuatu dengan nilai tinggi.
Kewirausahaan artinya proses menciptakan agar didapatkan suatu hasil/keuntungan. Menciptakan maksudnya yaitu menghasilkan barang/jasa/usaha lainnya yang kreatif, inovatif dan tidak menjiplak hak cipta orang lain dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Barang/jasa yang akan dijadikan sebagai peluang usaha harus mempunyai manfaat baik bagi yang menciptakan maupun orang lain. Tujuan dari seseorang  membuka suatu usaha adalah untuk mendapatkan suatu hasil/keuntungan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses memulai usaha dengan menciptakan sesuatu yang inovatif, berbeda, dan berguna diikuti penggunaan sumber daya secara maksimal dan bertujuan mendapatkan hasil/keuntungan.
*       (Why) Mengapa setiap pendidik harus mengetahui teori kewirausahaan?
JAWAB:
Sebab pendidik adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan memberi latihan seperti mengajar, memberi contoh/sebagai tuntunan, serta mengasah kecerdasan dan memberi pendidikan moral kepada setiap peserta didiknya. Kewirausahaan merupakan suatu pendidikan dan ilmu yang bersifat mandiri, intinya dengan kewirausahaan kita dilatih untuk:
1.       Mandiri dalam membuka kesempatan kerja bagi orang lain.
2.       Mandiri dalam membina suatu bidang usaha, artinya tidak tergantung dengan orang lain, kita bisa menentukan sendiri alur dari usaha tersebut.
3.       Bekerja keras memperjuangkan sesuatu agar mendapat hasil maksimal.
4.       Menjadi pemimpin bukan orang yang dipimpin.
5.       Mempunyai sifat inovatif dan kreatif.
6.       Berani mengambil resiko.
Seorang pendidik yang mengetahui teori kewirausahaan, bisa mengajarkan kemandirian terhadap siswanya untuk menjadi orang – orang yang berjiwa pengusaha, manusia utuh yang berkarakter dan terampil dalam berwirausaha. Jadi, peserta didik mendapat wawasan lain yang bisa menjadi alternative agar tidak tergantung pada suatu hal saja.
*       (Who) Siapa saja yang berperan dalam kewirausahaan?
JAWAB:
Kesuksesan suatu usaha tidak lepas dari orang – orang yang berperan dalam mendirikan suatu usaha tersebut. Mereka adalah orang – orang yang bekerja keras mengawali usaha dengan serius dan komitmen yang tinggi. Secara umum, orang – orang yang berperan dalam kewirausahaan adalah seseorang yang mendirikan usaha/pemilik modal, konsumen, distributor, dan orang-orang yang membantu usaha tersebut. Misalnya, untuk membuka suatu usaha rumah makan diperlukan adanya pemilik usaha/modal, konsumen, koki, OB, marketing, pelayan dan lain sebagainya. Dalam bidang pendidikan misalnya membuka suatu usaha bimbingan belajar. Siapa saja yang berperan dalam usaha tersebut? Yaitu, tentunya ada pendidik dan peserta didik. Dalam bidang otomotif, sebagai contoh usaha perbaikan kendaraan atau bengkel. 
*      (Where) Dimana kita dapat melakukan usaha?
JAWAB:
       Tempat yang strategis adalah tempat yang cocok untuk mendirikan suatu usaha. Akan tetapi, harus pula dilihat dari jenis usaha yang telah direncanakan dan peluangnya jika kita memilih tempat tersebut sebagai sasaran. Contoh: bidang pendidikan, usaha yang mungkin adalah bimbingan belajar atau les. Tempat yang tepat jika kita mendirikan usaha tersebut adalah tempat disekitar sekolah – sekolah, seperti SD, SMP, atau SMA di kota – kota terdekat tentunya dengan penghasilan masyarakat yang tinggi. Di bidang kuliner, misalnya mendirikan sebuah rumah makan. Tempat yang dipilih haruslah tempat yang dekat dengan jalan raya dan berada di tengah kota. Dekat dengan jalan raya dimaksudkan agar tempat tersebut mudah dijangkau oleh para pengguna jalan yang bepergian jauh, mudah ditemui, sebab strategis dan tempat berlalu-lalang banyak orang. “Tengah kota”,  dimaksudkan bahwa kebanyakan masyarakat kota mempunyai tingkat konsumerisme tinggi, suka sesuatu yang praktis dan instan (delivery), mempunyai ekonomi yang mumpuni sehingga kemungkinan pembeli tinggi. Berbeda halnya jika mendirikan rumah makan di suatu pedesaan, kecenderungan masyarakat desa yang lebih suka masakan sendiri/rumahan, ekonominya pun menengah kebawah.
       Jadi, pemilihan tempat yang strategis harus disesuaikan dengan rencana usaha yang akan dilaksanakan.
*      (When) Kapan usaha tersebut dilaksanakan?
JAWAB:
       Waktu yang tepat dilaksanakannya suatu usaha juga harus dilihat dari segi usaha yang akan dilaksanakan. Pemilihan waktu yang kurang tepat dapat menyebabkan ketidaklancaran suatu usaha. Waktu yang tepat dalam melakukan usaha di bidang pendidikan, misalnya bimbingan belajar atau les, yaitu dihari-hari sekolah. Sebab jika mengambil hari libur, banyak anak yang memanfaatkan waktu libur sekolah bersama keluarganya.
       Di bidang kuliner, misalnya pendirian rumah makan. Waktu yang tepat untuk usaha tersebut yaitu pada sore sampai malam hari. Di jam – jam itu orang sudah tidak sibuk lagi dengan pekerjaannya, dan biasanya waktu – waktu tersebut sering digunakan untuk waktu santai bersama keluarga maupun teman.
*      (How) Bagaimana cara atau strategi dalam pelaksanaan kewirausahaan?
JAWAB:
       Cara atau strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Dalam pelaksanaan kewirausahaan strategi yang diterapkan diantaranya:
1.       Memanfaatkan peluang, artinya kita memulai usaha dari awal, mulai dari mendominasi pasar kecil yang kemudian akan berlanjut ke pasar yang lebih besar lagi. Sebab, pasar kecil biasanya tidak mendapat perhatian dari perusahaan besar yang sudah berkembang.
2.       Menciptakan produk baru, produk yang dihasilkan yang akan dijual ke pasaran boleh saja sama dengan konsep produk lainnya namun kita mengolah kembali produk tersebut sehingga produk tersebut menjadi produk inovatif. Pasar pun akan tertarik dengan produk baru, sebab kecenderungan konsumen adalah mudah tertarik dengan produk inovatif dan unik.
3.       Mempertahankan sasaran, misalnya produk yang t diproduksi telah menguasai 25% pasar di daerah A, 20% pasar di daerah B dan seterusnya. Pemasaran selanjutnya haruslah dapat menambah pasar atau setidaknya mempertahankan pasar agar omzet tidak turun drastic.
4.       Membuat pola dan posisi
       Contoh penerapannya yaitu, usaha bimbingan belajar atau les. Dalam usaha tersebut, strategi pertama yang diperlukan yaitu pengaturan waktu/ jadwal, lalu membuat promosi di sekolah – sekolah. Setelah berhasil merekrut beberapa peserta bimbingan, pastikan selalu ada penerus – penerus dari sekolah yang sama. Seringkali sekolah menelusuri jejak prestasi anak – anak yang mengikuti bimbingan. Oleh karena itu, rekam jejak harus dijaga untuk membimbing anak – anak agar berprestasi. Peningkatan kualitas pendidik juga menjadi pertimbangan. Orang tua akan lebih percaya dengan pendidik dari lulusan Universitas unggul yang dipercaya.
       Inovatif disini dimunculkan dengan tambahan kegiatan diluar bimbingan, tapi masih merupakan konsep dari usaha bimbingan belajar ini. Inovatif juga diterapkan dalam pembelajaran yang menjadi inti dari bimbingan belajar tersebut, seperti rumus singkat atau metode cepat.
*      (For What) Untuk apa kita perlu memahami strategi kewirausahaan?
JAWAB:
       Strategi diperlukan untuk menjaga agar usaha yang digeluti tetap dalam keseimbangan, artinya kurva omzet meningkat (tidak mengalami fluktuasi) atau minimal tetap. Dengan begitu usaha yang digeluti tidak mengalami kerugian.
       Strategi juga diperlukan agar kita bisa memainkan peran di pasaran, dapat mencapai target/tujuan serta visi misi suatu usaha, dapat menentukan langkah selanjutnya dalm berwirausaha, dan meningkatkan kinerja suatu usaha.



NAMA            : PIPIT DIAH NOVIANA
NIM              : 1401415155
ROMBEL         : 140240008
MAKUL          : KEWIRAUSAHAAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar